Selasa, 09 Oktober 2012

Devinisi Bahasa Menurut Para Pakar


Ada beberpa devinisi mengenai bahasa menurut para pakar yaitu sebagai berikut :

# BILL ADAMS
Bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks inter-subjektif

# WITTGENSTEIN
Bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis

# FERDINAND DE SAUSSURE
Bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain

# PLATO
Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut

# BLOCH & TRAGER
Bahasa adalah sebuah sistem simbol yang bersifat manasuka dan dengan sistem itu suatu kelompok sosial bekerja sama.

# CARROL
Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan, atau yang dapat digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia

# SUDARYONO
Bahasa adalah sarana komunikasi yang efektif walaupun tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman.

# SAUSSURE
Bahasa adalah objek dari semiologi

# Mc. CARTHY
Bahasa adalah praktik yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan berpikir

# WILLIAM A. HAVILAND
Bahasa adalah suatu sistem bunyi yang jika digabungkan menurut aturan tertentu menimbulkan arti yang dapat ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu

http://carapedia.com/pengertian_definisi_bahasa_menurut_para_ahli_info494.htmltml

POLIGAMI


            Poligami sudah tidak asing lagi terdengar. Berbicara tentang poligami bukan lagi merupakan pembicaraan yang baru dikenal dan hal yang baru ada dikehidupan manusia, bahkan poligami merupakan warisan yang membudaya dikehidupan manusia. Akan tetapi masalah poligami akhir - akhir ini masih saja menjadi permasalahan yang tak kunjung selesai baik dikalangan orang muslim sendiri ataupun non muslim, meski mereka sudah tahu bahwa hal itu merupakan suatu ajaran atau syari'ah yang harus diterima keberadaannya.

Terkadang poligami menjadi pembicaraan dikalangan muslim saja, orang non muslim juga tak habis-habisnya mempermasalahkan praktek poligami, poligami dalam islam adanya bukan tanpa tujuan dan alasan yang rasional, seperti yang kita ketahui bahwa semua yang telah menjadi aturan dan hukum dalam islam itu sudah ada alasan dan hikmah yang terkadang kita kurang menyadari dan memahami. Poligami didalam islam hukumnya sunah tetapi karena kita orang awam tidak begitu menyetujui adanya poligami.

            Disamping itu juga poligami penyebab rumah tangga menjadi hancur, bahkan ada juga seseorang yang berpoligami diterima baik oleh pihak keluarga namun itu hanya membuat kecemburuan diantara pihak yang dipoligami. Menurut saya praktek poligami bisa saja dilakukan tergantung pihak yang akan dipoligami bisa menerimanya dan juga seseorang yang berpoligami harus bertindak adil secara tidak memikirkan hawa nafsunya saja. Jika tidak mampu berlaku sesuai dengan aturan berpoligami  sebaiknya jangan melakukan praktek poligami.

Kamis, 21 Juni 2012

PRODUK DOMESRTIK REGIONAL BRUTO TAHUN 2011 KABUPATEN SERAGEN


Nama kelompok :    DEDE ANGGRIAWAN (11110736)
                               MARIYANTO (14110226)
                               MAULANA SYARIF HIDAYATULLAH (14110275)

Kelas : 2KA11


PRODUK DOMESRTIK REGIONAL BRUTO
TAHUN 2011
KABUPATEN SERAGEN
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional maupun regional Jawa Tengah, PDRB Kabupaten Sragen menurut harga konstan secara agregat terjadi perubahan dari tahun 2009 sebesar Rp. 2.893.427, 19 (juta) naik menjadi  Rp. 3.069.751,14 (juta) di tahun  2010 sehingga mengalami laju pertumbuhan sebesar 6,09 % (tabel : 4.1 dan grafik 4.1 – 4.2), laju pertumbuhan tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2009 yang tercatat sebesar  6,01% dan juga lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pertumbuhan Provinsi Jawa Tengah yang mencapai angka  5,84 %.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran yang tumbuh sebesar 7,93 % disusul sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang tumbuh sebesar  7,65 %,  kemudian sektor Industri Pengolahan yang tumbuh sebesar 7,00 %. Sedangkan kenaikan terkecil dialami oleh sektor Pertambangan dan Penggalian yang tumbuh hanya sebesar 3,24 % yang mengindikasikan sektor tersebut akan semakin berkurang peranannya dalammendorong pergerakan ekonomi di Kabupaten Sragen.
Sedangkan laju pertumbuhan perekonomian atau besaran PDRB menurut harga berlaku di Kabupaten Sragen pada tahun 2010 secara agregat adalah mencapai sebesar  Rp 6.695.256,97 juta yang memperlihatkan  adanya peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar  Rp. 5.871.144,81 juta,  sehingga  terjadi kenaikan sebesar 14,04 % atau secara agregat naik sebesar Rp. 824.112,16 juta. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi menurut harga berlaku tahun 2010 juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi menurut harga berlaku tahun 2009 yang tercatat sebesar 13,54 %. Kenaikan tersebut disamping disebabkan oleh tumbuhnya produktifitas sektor-sektor ekonomi, juga didorong oleh kenaikanharga barang dan jasa yang terjadi pada tahun 2010, hal ini bisa terlihat dari besaran inflasi PDRB yang tercatat sebesar 7,49 % (tabel 5.12).

PADA TAHUN 2007
Kondisi perekonomian nasional yang secara umum menunjukkan arah positif, ternyata juga berimbas positif singkat regional Kabupaten Sragen. Pada tahun 2007 mengalami pertumbuhan sebesar 5,73%, relatif lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2006 sebesar 5,18%. Kinerja perbaikan ekonomi nasional ini telah membawa dampak pada kondisi yang lebih baik terhadap perekonomian regional atau PDRB jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi regional Kabupaten Sragen dapat diketahui pada nilai yang tercermin dari besaran PDRB dari tahun ke tahun baik menurut harga berlaku maupun menurut harga konstan. Pada tahun 2007besaran PDRB menurut harga berlaku di Kabupaten Sragen secara agregat adalah sebesar Rp 4.512.415.740.000,- yang menunjukkan adanya peningkatan juka dibandingkan dengan tahun 2006 yang mencapai sebesar Rp 4.042.561.370.000,- sehingga terjadi kenaikan 11,62%.
Pertumbuhan tertinggi atas dasar harga berlaku tahun 2007 terjadi pada sektor jasa-jasa sebesar 14,72%, urutan kedia pada sektor perdagangan sebesar 12,39%, sedangkan urutan ketiga pada sektor bangunan atau konstruksi sebesar 12,31%. Untuk pertumbuhan terkecil terjadi pada sektor listrik, gas, dan air bersih sebesar 9,78%.
Pertumbuhan tertinggi atas dasar harga konstan tahun 2007, terjadi pada sektor jasa-jasa sebesar 7,76%, urutan kedua pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar 7,59%, disusul oleh sektor keuangan, persewaan dan jasa peruasahaan mencapai sebesar 6,79%, sektor yang mengalami pertumbuhan terkecil terjadi pada sektor pertanian, yaitu sebesar 3,94%.

Tabel produk domestik regional bruto Kabupaten Sragen tahun 2000 – 2007
Tahun
PDRB atas dasar harga berlaku
PDRB atas dasar harga konstan
Nilai (Juta Rp)
Pertumbuhan (%)
Nilai (Juta Rp)
Pertumbuhan(%)
2000
1.907.231,61
-
1.907.231,61
-
2001
2.140.956,11
12,25
1.963.635,72
2,96
2002
2.396.061,90
11,92
2.030.754,79
3,42
2003
2.699.973,28
12,68
2.104.533,13
3,63
2004
3.059.653,15
13,32
2.208.294,40
4,93
2005
3.497.324,94
14,30
2.322.239,43
5,16
2006
4.042.561,37
15,59
2.442.570,43
5,18
2007
4.512.415,74
11,62
2582.492,48
5,73


Dalam periode waktu lima tahun terakhir, sektor pertanian, industri, dan perdagangan masih merupakan andalan terbesar bagi Kabupaten Sragen. Sumbangan terbesar untuk PDRB atas dasar harga berlaku adalah dari sektor pertanian sebesar 35,59% kemudian sektor industri 18,20% dan sektor perdagangan memberikan andil sebesar 17,53% . sedangkan sumbangan terkecil adalah dari pertambangan dan penggalian yakni sebesar 0,30%. Dari distribusi antar sektor terlihat bahwa selama lima tahun terakhir memperlihatkan adanya fluktuasi angka distribusi dari waktu ke waktu terhadap total PDRB. Sektor yang mengalami kenaikan terbesar dalam andil PDRB 2007 adalah sektor jasa-jasa yang pada tahun 2006 memberikan andil 13,44% mengalami kenaikan menjadi 13,80%, sektor perdagangan naik dari 17,41% di tahun 2006 menjadi 17,53% pada tahun 2007.

Tabel distribusi PDRB Kabupaten Sragen tahun 2007
No
Sektor
Distribusi PDRB (%)
Harga Berlaku
Harga Konstan
1
Pertanian
35,59
34,74
2
Pertambangan dan Penggalian
0,30
0,30
3
Industri Pengolahan
18,20
22,03
4
Listrik, Gas, dan Air Bersih
1,86
1,19
5
Bangunan/Konstruksi
4,65
4,45
6
Perdagangan
17,53
18,18
7
Pengangkutan dan Komunikasi
4,04
3,23
8
Keuangan, Persewaan, dan jasa Persh
4,03
3,97
9
Jasa-jasa
13,80
11,86


Tabel Distribusi Prosentase Sektor Dominan PDRB Kabupaten Sragen Tahun 2006 – 2007
No
Sektor Usaha
Harga Berlaku
Perubahan (%)
Harga Konstan
Perubahan (%)
2006
2007
2006
2007
1
Pertanian
35,82
35,59
- 0,64
35,34
34,74
- 1,70
2
Industri
18,38
18,20
- 0,98
21,80
22,03
1,06
3
Perdagangan
17,41
17,53
0,69
18,12
18,18
0,33
4
Jasa-jasa
13,44
13,80
2,68
11,64
11,86
1,89
Jumlah
85,05
85,12
0,08
86,90
86,81
- 0,10


Kecamatan Plupuh
Sumbangan PDRB ADHB Kecamatan Plupuh tahun 2007 terhadap PDRB Kabupaten Sragen mencapai sebesar 5,83% ADHB. Dengan pertumbuhan sektorl tertinggi adalah sektor jasa-jasa yang mencapai sebesar 14,26% dan terrendah adalah sektor listrik, gas, dan air bersih sebesar 11,13% atau meningkat sebesar Rp 26.353,91 juta, yaitu dari Rp 236.85,19 juta di tahun 2006 menjadi Rp 263.209,10 juta di tahun 2007. Sumbangan terbesar terhadap total PDRB pada tahun 2007 adalah sektor pertanian, yait sebesar 35,19%, sektor industri 27,42%, dan sektor perdagangan sebesar 18,42%. Sedangkan terkecil adalah sumbangan dari sektor pertambangan-penggalian, yaitu sebesar 0,37%.
Kecamatan Masaran
Kecamatan Masaran sebagai salah satu wilayah yang berlokasi di sebelah selatan Bengawan memiliki sumberdaya alam yang cukup memadai, khususnya di bidang pertanian serta akses yang mudah ke wilayah Surakarta sehingga perkembangan industri tumbuh cukup tinggi. Dengan kondisi tersebut tentu saja Kecamatan masaran memiliki peran yang cukup penting dalam memberikan sumbangan terhadap perkembangan perekonomian di Kabupaten Sragen.
Dari hasil penghitungan sementara diperoleh PDRB ADHB Kecamatan Masaran secara agregat tahun 2007 adalah sebesar Rp 495.053,21 juta lebih besar Rp 50.910,41 juta atau naik 11,46% apabila dibandingkan dengan tahun 2006 yang mencapai Rp 444.142,80 juta, dan memberikan share terhadap PDRB kabupaten Sragen sebesar 10,97%. Kenaikan sebesar 10,97% tersebut didukung oleh kenaikan di sema sektor, dengan pertumbuhan sektoral tertinggi adalah sektor jasa-jasa yang mencapai 14,65% dan terrendah adala sektor listrik, gas, dan air bersih sebesar 9,86%. Sumbangan terbesar teradap total PDRB adalah sektor industri sebesar 34,65%, sektor pertanian sebesar 28,03%, dan sektor perdagangan sebesar 20,35%, sedangkan terkecil adalah sumbangan dai sektor pertambangan-penggalian yang mencapai sebesar 0,03%
Apabila PDRB dinilai dengan harga konstan, maka tahun 2007 PDRB Kecamatan Masaran mencapai Rp 297.722,71 juta yang tahun 2006 adala sebesar Rp 280.710,58 juta yang berarti mengalami kenaikan sebesar 6,06% dan memberikan kontribusi terhadap PDRB sebesar 11,53%. Pertumbuhan sektoral tertinggi adalah sektor pertambangan-penggalian sebesar 9,10% dan terrendah adalah sektor pertanian yang menunjukkan adanya kenaikan sebesar 3,57%. Struktur PDRB ADHK Masaran memperlihatkan adanya tiga sektor utama yang dominan, yaitu sektor industri sebesar 39,98%, sektor pertanian sebesar 25,80% dan sektor perdagangan sebesar 20,36%. Untuk mengetahui tingkat kemkmuran masyarakat secara umum dapat diketahui melalui besaran PDRB perkapita, dari hasil pengolahan yang diperoleh di Kecamatan Masaran mencapai Rp 7.639.238,51,- ADHB dan Rp 4.594.202,67,- ADHK.
Sektor Industri Pengolahan
Perkembangan industri pengolahan di Kabupaten Sragen sejak krisis ekonomi dari tahun ke tahun menampakkan kenaikan baik dari jumlah industrinya maupun outputnya.
Industri:
Adalah suatu unit produksi yang melakukan kegiatan mengubah barang dasar (bahan baku/bahan mentah) menjadi barang setengah jadi maupun barang jadi dan atau dari barang yang kurang bernilai menjadi barang yang bernilai tinggi.
Nilai tambah bruto (NTB) sektor industri pengolahan pada tahun 2007 mempunyai kontribusi terhadap PDRB cukup besar yaitu 18,20% ADHB dan 22,03% ADHK. Apabila dibandingkan pada tahun 2006, kontribusinya terhadap PDRB mengalami penurunan menurut harga berlaku sedangkan menurut harga konstan mengalami sedikit kenaikan. Pada tahun 2006 kontribusi sektor ini sebesar 18,38%ADHB dan 21,8 ADHK.
Keberadaan industri pengolahan di Kabupaten Srgaen tidak merata dimana industri besar/sedang khususnya tekstil berada di Kecamatan Sidoharjo, Masaran dua unit dan di Sambungmacam dan gondang terdapat satu unit. Sedangkan untuk industri kecil/rumah tangga lebih banyak terdapat di Kecamatan Kalijambe, Plupuh, Masarn, Karangmalang, Tanon, Gemolong, Sukodono dan Gesi.
Pertumbuhan sektor industri i tahun 2007 sedikit mengalami perlambatan jika dibandingkan tahun – tahun sebelumnya baik menurut harga berlaku maupun harga konstan. Tahun 2007 pertumbuhan mencpai 10,39% ADHB dan 6,38% ADHK. Kontribusi terbesar sektor industri diberikan oleh sub sektor industri tekstil sebesar 10,01% ADHB dan 13,06% ADHK, sub sektor industri makanan sebesar 6,15% ADHB dan 6,71% ADHK, dan sub sektor kimia sebesar 0,01% ADHB dan0,01%ADHK.

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN SRAGEN MENURUT HARGA BERLAKU TAHUN 2004 – 2007
No
Industri pengolahan
Tahun
2004
2005
2006
2007
1
makanan
83773,02
215932,41
215516,83
277619,43
2
tekstil
327147,5
358940,47
407897,11
451299,37
3
kayu
43186,02
51133,7
58104,2
63571,2
4
kimia
267,13
308,51
348,51
380,79
5
kertas
0
0
0
0
6
bahan galian
8169,32
9191,23
10504,71
11394,79
7
logam dasar
0
0
0
0
8
mesin
0
0
0
0
9
lainnya
10535,19
12186,73
14391,32
15651,88


Distribusi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Sragen Menurut Harga Berlaku Tahun 2004 – 2007

Rabu, 25 April 2012

RINGKASAN JURNAL TEORI ORGANISASI UMUM 2


RINGKASAN JURNAL TEORI ORGANISASI UMUM 2

Nama kelompok :
DEDE ANGGRIAWAN (11110736)
MARIYANTO (14110226)
MAULANA SYARIF HIDAYATULL (14110275)

ANALISI PENAWARAN DAN PERMINTAAN KREDIT SERTA IDENTIFIKASI PELUANG EKSPANSI PEMBIAYAAN KREDIT SEKTORAL DIWILAYAH KERJA KBI MALANG

Penulis : ri’fat pasha
Nama jurnal : jurnal keungan dan perbankan
Volume : 13 , no 1 januari 2009, hal. 148-164

1.       Pendahuluan

Perbankan memiliki peran yang signifikan bagi aktivitas perekonomian suatu wilayah. Bekerjanya fungsin perbankan secara optimal dapat menjadi prompt indicator yang paling mendekati dari aktivitas sector riil. Hal demikian juga berlaku didaerah,  termasuk wilayah kerja kantor bank Indonesia malang. Menunjukkan bahwa kegiatan yang berhubungan dengan intermediasi diwilayah kerja kbi malang kurang optimal. Dalam 4 tahun terakhir ldr(loan ot deposit ratio) tidak beranjak dari kurang pada 70%, sementara sejak 2 tahun terakhir pencapain kredit diwilayah kerja kbi malang selalu dibawah target.

2.       Masalah/ tujuan
Masalah :
meningkatkan agar aktivitas ekonomi diwilayah malang beranjak menjadi optimal atau sesuai target yg kbi malang, dan agar loan ot deposit ratio menjadi tidak kurang dari 70%. Dan juga mengoptimalkan penyaluran kredit.

Tujuan :
Mengidentifikasikan factor demand of supplay kredit yang menyebabkan penyaluran kepada sector riil belom berjalan optimal.

3.       Tinjauan pustaka
-          Pitter, a. & suseno.2003. fungsi intermediasi perbankan didaerah:pengukuran dan identifikasi factor-faktor yang mempengaruhi. BEMP(maret).
-          Agenor, P.R, Aizenman,j., & hoffmaister,A. 2000. The credit crunchin east asia : what can bank excess liquid asset tell us. Journal of international money and finance, vol .1.
-          Zulkarnain. 2002. Kemungkinan Penerapan Universal Banking System di Indonesia: Kajian dari Perspektif Bank Syariah. Jurnal Hukum Bisnis, Vol. 20.
-          Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas. 2008, http://www.google.co.id (di download tanggal 8 November 2008).
-          Anonymous. 2007. Intermediasi perbankan : kendala dan solusi penyelesaiannya, intercafe LPPM – IPB.
-          Warjio, P. & Agung, j.2002. transmission mechanisms of monetary policy in Indonesia, Jakarta : bank Indonesia.

4.       HIPOTESIS
-          Analysis supplay  and demand kredit perbankan dan spesifiksasi model
Analisa ini digunakan untuk mengatahui factor dominan yang menpengaruhi diintermediasi perbankan, dengan asumsibahwa penyaluran kredit tidak selalu dalam kondisi ekuilibreum permintaan dan penawaran kredit maka perkembangan kredit dapat diformulasikan.
-          Analisi revealad credit worthiness digunakan untuk memetakan permasalahan disintermediasi kredeit baik secara sektoral maupun regional. Analisis ini juga merupakan alat untuk menentukan sector atau wilayah yang potensial untuk penyaluran kredit.
-          Analisis permintaan dan penawaran kredit wilayah kerja KBI malang digunakan untuk mengestimasi dan mengidentifikasi factor-faktor permintaan dan penawaran kredit diwilayah kerja KBI malang.

5.       VARIABEL YANG DIGUNAKAN
-          Lt = min (ltd, Lt5) rumus untuk analisis supplay and demand kredit perbankan dan spesifikasi model
-          Lt5= a0 + a1 kap + a2 RBI + a3 risk + et , rumus umum penawaran kredit
-          Ltd= B0 + B1 PDRB + B2 RBI + B3INF + eT , model umum permintaan kredit.

6.       KESIMPULAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi factor permintaan dan penawaran kredit perbankan wilayah kerja KBI malang dengan menggunakan panel data. Dari sisi permintaan kredit, respon permintaan kredit relative tinggi terjadi akibat pertumbuhan ekonomi, dengan koefisien respon sebesar 1.63% atau setiap pertumbuhan perekonomian 1% akan menghasilkan pertumbuhan demand kredit sebesar 1.63%. sementara hasil estimasi suplai kredit menghasilkan kesimpulan bahwa variable-variabel kapasitas kredit, tingkat bunga, dan tingkat NPL secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap variasi penwaran kredit. Menyingkapi permasalahan sektoral ekonomi, perbankan baik bank umum maupun BPR cenderung untuk menghindari pemberian kredit kepada sector-sektor yang potensial mengalami permasalahan kredit seperti perkayuan, pertanian, garment dan tekstil, serta konstruksi.

7.       Implikasi
Mengingat setiap kantor cabang bank, kondisi daerah dan sector-sektor ekonomi memiliki karakteristik tersendiri, agar dipahami bahwa penelitian ini merupakan penilitian yang bersifat aggregate dan di tafsirkan sebagai kecenderungan umum. Hasil estimasi yang memberikan kesimpulan bahwa disintermediasi perbankan wilayah kerja KBI malang lebih disebabkan oleh factor permintaan kredit, maka rekomendasi utama dapat ddiberikan adalah pengupayaan perbaikan kondisi sector riil dan stabilisasi factor makroekonomi. Kelebihan penawaran juga merupakan implikasi dari system sentralisasi perbankan sehingga peningkatan kapasitas kredit. Mengingat bahwa transmisi kebijakan moneter tidak selalu berimplikasi langsung kepada perbankan daerah, diperlukan further research mengenai efektivitas transmisi kebijakan moneter didaerah.

Puncak Gunung dan Edelweis


     PUNCAK GUNUNG, Pengalaman-pengelaman saya dalam mendaki bersama para pecinta alam. proses mendaki itu begitu melelahkan dan berat. Oksigen bisa tipis sekali di ketinggian sehingga bernafas bisa menjadi sangat sulit. Jalan yang dituju mendaki, berbatu-batu dan terkadang sangat terjal, belum lagi terkadang harus memanjat dan harus siap menghadapi banyak resiko binatang buas dalam perjalanan. Sama sekali tidak mudah untuk bisa mencapai puncak gunung. Bagi orang yang memiliki masalah dengan pernafasan seperti asma atau rasa takut akan ketinggian, mendaki gunung sedikit saja sekalipun bisa jadi hal yang tersulit untuk dilakukan, begitu sampai ke puncak gunung, pemandangan yang luar biasa indah membuat semua kesulitan itu tidak lagi berasa apa-apa. "Begitu menakjubkan..pesonanya luar biasa, dan itu tidak dilihat oleh semua orang. Hanya yang mau bersusah payah mendakilah yang bisa menikmatinya." Di puncak gunung kita lupa akan kesusahan mendaki dan segala sakit yang  dirasakan. Di puncak gunung saya melihat sebuah keindahan yang tidak dilihat oleh semua orang. Di puncak gunung, saya bisa merasakan kemuliaan Allah.
     Jika kita tidak mendaki gunung, maka kita tidak akan bisa merasakan pengalaman yang luar biasa, tidak akan bisa menikmati sebuah pemandangan yang sangat langka yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Apa maksudnya? Saya berpikir bahwa dalam perjalanan hidup kita, ada kalanya kita akan berhadapan dengan bukit-bukit terjal, jalan berbatu-batu yang akan sangat sakit untuk kita jalani. Kita bisa memilih apakah tetap ditempat tanpa mau berjalan melewatinya, atau kita mencoba sedikit lalu mundur, atau malah mengelak. Tetapi seperti apa yang dialami oleh teman saya, hanya yang mampu bertahan dan dengan semangat pantang mundurlah yang akan mampu berdiri tegak di atas bukit merasakan kemuliaan Tuhan. Kabar baiknya, Tuhan siap membantu kita untuk itu. Yang diperlukan hanyalah kemauan dan kesediaan kita, serta sejauh mana kita bisa percaya kepada Tuhan bahwa Dia akan menuntun kita melewati jalan-jalan yang sulit itu untuk akhirnya kelak sampai di atas bukit.
    Edelweis bunga yang ada dipuncak gunung, dan termasuk dikategorikan bunga di udara yang dingin. Bunga edelweis sering disebut adalah bunga abadi, sebab bunga ini gak akan hancur, sampai kapanpun, maka dari itu orang menyebut bunga abadi. Bentuk dari bunga edelweiss adalah seperti bunga seperti bunga – bunga rumput yang kelopaknya tampak tipis, dan warnanya yang saya tahu adalah putih. Bentuk pohonnya seperti pohon teh tapi agak sedikit tinggi, dan bunga edelweis akan mekar ketika curah hujan tinggi atau musim hujan, atau berkisar bulan april dan agustus.
     Ketika saya berada dipucak gunung tepat nya di puncak gunung Gede, cianjur, saya menemukan banyak bunga edelweis yang begitu indah yang tumbuh di sepanjang alun-alun surya kencana,bagaikan laksana taman putih apalagi ketika kabut datang tampak sangat indah perbaduan putih dan putih, bagaikan berasa ditaman awan.:D
     Di gunung gede orang-orang yang dilarang untuk mengambil bunga edelweis dikarenakan akan merusak pertumbuhan  dan mengakibatkan kepunahan, dan bunga ini juga termasuk bunga yang langka karena hanya tumbuh diatas gunung saja. Ketika orang yang ketahuan oleh petugas taman nasional gede pangrango maka mereka akan disuruh naik lagi untuk mengembalikannya. Tapi kadang manusia juga ada yang iseng  untuk mengambil bunga atau mengambil sekaligus pohon-pohonnya. Sepatutnya kita yang suka atau hoby adventure mendaki gunung, harus menjaga kelestarian bunga edelweis karena tanpa bunga edelweiss puncak gunung kurang terasa indah, dan tanpa edelweis tidak ada yang dikangenin ketika naik gunung. Karena kelelahan ketika naik gunung akan hilang ketika melihat indahnya bunga edelweiss yang begitu indah. Itu saja yang saya tahu tentang edelweis semoga bermanfaat, apabila ada keterangan-keterangan yang kurang tepat mohon dimaafkan. Salam RIMBA!!!