Rabu, 25 April 2012

Puncak Gunung dan Edelweis


     PUNCAK GUNUNG, Pengalaman-pengelaman saya dalam mendaki bersama para pecinta alam. proses mendaki itu begitu melelahkan dan berat. Oksigen bisa tipis sekali di ketinggian sehingga bernafas bisa menjadi sangat sulit. Jalan yang dituju mendaki, berbatu-batu dan terkadang sangat terjal, belum lagi terkadang harus memanjat dan harus siap menghadapi banyak resiko binatang buas dalam perjalanan. Sama sekali tidak mudah untuk bisa mencapai puncak gunung. Bagi orang yang memiliki masalah dengan pernafasan seperti asma atau rasa takut akan ketinggian, mendaki gunung sedikit saja sekalipun bisa jadi hal yang tersulit untuk dilakukan, begitu sampai ke puncak gunung, pemandangan yang luar biasa indah membuat semua kesulitan itu tidak lagi berasa apa-apa. "Begitu menakjubkan..pesonanya luar biasa, dan itu tidak dilihat oleh semua orang. Hanya yang mau bersusah payah mendakilah yang bisa menikmatinya." Di puncak gunung kita lupa akan kesusahan mendaki dan segala sakit yang  dirasakan. Di puncak gunung saya melihat sebuah keindahan yang tidak dilihat oleh semua orang. Di puncak gunung, saya bisa merasakan kemuliaan Allah.
     Jika kita tidak mendaki gunung, maka kita tidak akan bisa merasakan pengalaman yang luar biasa, tidak akan bisa menikmati sebuah pemandangan yang sangat langka yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Apa maksudnya? Saya berpikir bahwa dalam perjalanan hidup kita, ada kalanya kita akan berhadapan dengan bukit-bukit terjal, jalan berbatu-batu yang akan sangat sakit untuk kita jalani. Kita bisa memilih apakah tetap ditempat tanpa mau berjalan melewatinya, atau kita mencoba sedikit lalu mundur, atau malah mengelak. Tetapi seperti apa yang dialami oleh teman saya, hanya yang mampu bertahan dan dengan semangat pantang mundurlah yang akan mampu berdiri tegak di atas bukit merasakan kemuliaan Tuhan. Kabar baiknya, Tuhan siap membantu kita untuk itu. Yang diperlukan hanyalah kemauan dan kesediaan kita, serta sejauh mana kita bisa percaya kepada Tuhan bahwa Dia akan menuntun kita melewati jalan-jalan yang sulit itu untuk akhirnya kelak sampai di atas bukit.
    Edelweis bunga yang ada dipuncak gunung, dan termasuk dikategorikan bunga di udara yang dingin. Bunga edelweis sering disebut adalah bunga abadi, sebab bunga ini gak akan hancur, sampai kapanpun, maka dari itu orang menyebut bunga abadi. Bentuk dari bunga edelweiss adalah seperti bunga seperti bunga – bunga rumput yang kelopaknya tampak tipis, dan warnanya yang saya tahu adalah putih. Bentuk pohonnya seperti pohon teh tapi agak sedikit tinggi, dan bunga edelweis akan mekar ketika curah hujan tinggi atau musim hujan, atau berkisar bulan april dan agustus.
     Ketika saya berada dipucak gunung tepat nya di puncak gunung Gede, cianjur, saya menemukan banyak bunga edelweis yang begitu indah yang tumbuh di sepanjang alun-alun surya kencana,bagaikan laksana taman putih apalagi ketika kabut datang tampak sangat indah perbaduan putih dan putih, bagaikan berasa ditaman awan.:D
     Di gunung gede orang-orang yang dilarang untuk mengambil bunga edelweis dikarenakan akan merusak pertumbuhan  dan mengakibatkan kepunahan, dan bunga ini juga termasuk bunga yang langka karena hanya tumbuh diatas gunung saja. Ketika orang yang ketahuan oleh petugas taman nasional gede pangrango maka mereka akan disuruh naik lagi untuk mengembalikannya. Tapi kadang manusia juga ada yang iseng  untuk mengambil bunga atau mengambil sekaligus pohon-pohonnya. Sepatutnya kita yang suka atau hoby adventure mendaki gunung, harus menjaga kelestarian bunga edelweis karena tanpa bunga edelweiss puncak gunung kurang terasa indah, dan tanpa edelweis tidak ada yang dikangenin ketika naik gunung. Karena kelelahan ketika naik gunung akan hilang ketika melihat indahnya bunga edelweiss yang begitu indah. Itu saja yang saya tahu tentang edelweis semoga bermanfaat, apabila ada keterangan-keterangan yang kurang tepat mohon dimaafkan. Salam RIMBA!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar